AKU

Tidak perlu uraian panjang tentang saya, atau banyak penjelasan mengenai saya. Nama, tempat tinggal, pangkat, jabatan, dan identitas lainnya tak bisa mengungkap siapa saya. Kecuali diri saya sendiri.

Tapi kurang lebih begini kisah ‘saya sebagai identitas’ hadir di bumi kala itu saat bulan agustus mencatat: tanggal 20 Agustus 1992, hari kamis siang saat kumandang adzan dzuhur di masjid dimulai, pukul 12.30 Wit di Mabapura (Kab. Halmahera Timur Prov. Maluku Utara) dari rahim seorang perempuan (Mama) yang amat saya cinta. Beberapa jarak waktu kemudian Ayah menyematkan saya dengan nama Rachmat Marsaoly.

Sekolah SD saya tamatkan di kampung halaman. Sejak lulus SD kampung halaman mulai saya tinggalkan. Demikian dengan SMP dan SMA.

Setelah lulus SMA pada 2010. Makin jauh kampung halaman saya tinggalkan. Dari pulau Maluku saya pergi ke pulau Jawa saya datangi. Kuliah saya di Yogyakarta, Universitas Widya Mataram.

Hingga sekarang Jogja masih setia memangku saya. Sekalipun dengan ke-istimewa-annya Jogja sering sakiti saya (‘Jogja istimewa’ hanyalah sematan yang lebih mengandung ‘citra’ bukan kenyataan, sebab kesultanan tak bisa membendung Jogja dari kepungan pemodal yang menghisap perikehidupan rakyat, bahkan kesultanan sendirilah yang menjadi penghisap nasib rakyat biasa).

Sekalipun demikian, bersama dan dari Jogja-lah saya belajar merangkai hidup dan kehidupan. Belajar makna sebuah proses hidup. Belajar mencipta dan mencetak keindahan.